TPT Anggaran Ratusan Juta Di Dusun Lebak Bangeran Kecamatan Dukun, Diduga Gunakan Batu Oplosan

Gresik | MMCnews.id – Proyek pekerjaan tembok penahan tanah (TPT), Kontruksi pasangan batu yang berlokasi di Dusun lebak Desa Bangeran Kecamatan Dukun
Kabupaten Gresik Jawa Timur di duga tidak sesuai Rencana anggaran biaya (RAB).

Pasalnya dalam pengerjaanya TPT tersebut didapati menggunakan batu oplosan, dengan jenis batu kali dan batu pedel (batu kapur untuk uruk),

Selain itu investigasi media ini dilokasi pekerjaan menyebutkan dalam pekerjaan TPT tersebut, tidak ada matreal pasir sebagai lantai dasar.

Tak hanya batu oplosan dan matreal lantai dasar, parahnya lagi dalam pengerjaan Tembok penahan tanah kontruksi pasangan batu yang sudah 40 % itu, saat mensiasati pengurangan matreal batu maupun spasi, selain tidak ada lantai dasar, dalam pengerjaanya batu oplosan ditumpuk sedemikian rupa, mulai dasar tumpukan batu pondasi tersebut tidak menggunakan spasi.

Bahkan pancang paiket sebagai penguat bangunan, tiap satu meter hanya diisi dua, hal itu dibuktikan saat media ini menyaksikan pelaksanaan pekerjaan dilokasi.22/9/21.

Pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik Tahun anggaran 2021 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang Kabupaten Gresik tersebut, diduga kuat kedalamnya juga tidak sesuai spesifikasi, lantaran dalam pelaksanaya kedalaman sekitar 50 Cm. mirisnya lagi panjang volume pekerjaan diduga tidak sesuai dengan rencana awal.

Bat
Batu oplosan untuk pondasi tanpa ada spasi, dan pancang paiket tiap satu meter diisi dua.

Tak cukup sampai disitu, dari sumber yang dapat dipercaya menyebutkan pekerjaan TPT kontruksi pasangan batu dikerjakan oleh Cv Bintang Karya Indonesia, dengan anggaran diperkirakan hampir 600 juta itu, praktiknya proyek tersebut diduga diborong oleh S dan G, yang notabenya bukan pemenang tender.

Kendati terpasang papan proyek pada pekerjaan TPT di dusun lebak desa Bangeran Kecamatan Dukun, secara rinci tidak tertera pagu anggaran, besaran anggaran hingga sumber anggaran.

Rendahnya mutu serta kualitas pekerjaan Tembok penahan Tanah (TPT), tersebut tidak akan bertahan lama, jika musim penghujan di khawatirkan akan ambrol.

Lemahnya pengawasan dari Consultan serta Dinas Pekerjaan Umum membuka peluang melencengnya pekerjaan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), banyaknya temuan dilokasi pekerjaan tersebut diduga kuat untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya, sehingga mengabaikan kualitas pekerjaan.

Hingga berita ini tayang Dinas Pekerjaan Umum dan tata ruang Kabupaten gresik belum bisa di konfirmasi.(Yon/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *