BOYOLALI, DEPUTINEWS – 26 Mei 2026 – Komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan generasi muda terus dibuktikan oleh PT PLN (Persero). Melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB), PLN menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk sektor pertanian modern di Desa Winong, Kecamatan/Kabupaten Boyolali, pada Kamis (21/5/2026).
Bantuan program TJSL tersebut diserahkan secara langsung kepada Melati Sakti Farm, sebuah unit usaha pertanian potensial yang dikelola oleh pemuda-pemudi Karang Taruna Desa Winong. Langkah ini menjadi bukti andil PT PLN (Persero) dalam mendorong lahirnya petani milenial yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.
Penyaluran bantuan yang dilakukan kali ini merupakan program keberlanjutan tahap kedua. Fokus utama pada tahap ini adalah mendukung perluasan dan pengembangan budidaya melon premium dengan memanfaatkan teknologi sistem greenhouse. Guna memastikan program berjalan komprehensif, dana TJSL tersebut dialokasikan untuk pembangunan struktur greenhouse baru, instalasi saluran air untuk sistem penyiraman, pengadaan media tanam dan benih berkualitas tinggi, serta pemberian pelatihan manajemen keuangan bagi para pengelola.
General Manager PT PLN (Persero) UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menyampaikan bahwa program TJSL ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk bantuan sosial, melainkan investasi sosial yang menciptakan nilai bersama (Creating Shared Value) bagi perusahaan dan masyarakat. Melalui penerapan sistem greenhouse, para petani milenial dapat memproduksi komoditas melon premium yang memiliki nilai jual tinggi dengan kualitas yang lebih stabil dan ramah lingkungan.
“Kami di PT PLN (Persero) UIP JBTB berkomitmen untuk terus mendukung pilar Sustainable Development Goals (SDGs) dan indikator ESG (Environmental, Social, and Governance), khususnya dalam hal pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta penyediaan lapangan kerja yang layak bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional kami. Dengan bantuan infrastruktur dan pelatihan manajemen keuangan ini, kami berharap Melati Sakti Farm dapat tumbuh menjadi unit usaha yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Hendro.
Manager PT PLN (Persero) UIP JBTB, Ardo CH Situmorang, menyatakan bahwa program TJSL ini merupakan bentuk peran aktif PLN di luar penyediaan infrastruktur listrik, khususnya dalam mendukung sektor sosial ekonomi masyarakat sekitar proyek ketenagalistrikan.
“Ini adalah wujud nyata dari PLN selain mempersiapkan infrastruktur ketenagalistrikan, kami juga mendukung sosial ekonomi dan lingkungan di tengah-tengah masyarakat,” kata Ardo saat acara penyerahan bantuan.
Dukungan dari PT PLN (Persero) ini mendapatkan tanggapan positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Suyanta, menilai bahwa keterlibatan pemuda karang taruna dalam sistem greenhouse ini menjadi solusi efektif untuk mendorong munculnya petani milenial yang adaptif terhadap teknologi.
“Generasi petani itu tidak ada pembaruan, sehingga dari PT PLN (Persero) membantunya ke Karang Taruna ini agar nanti pemuda-pemuda ataupun petani milenial bisa berkembang,” urainya. “Karena petani sekarang ini maunya tidak kotor, tidak berat, sehingga masuknya di pertanian yang ada greenhouse-nya,” imbuh Suyanta.
Dukungan senada juga diberikan oleh Camat Boyolali, Darmono. Ia mengapresiasi keberlanjutan program yang dihadirkan oleh PT PLN (Persero) di wilayahnya.
“PLN telah membantu yang kedua untuk desa kami. Semoga bantuan yang kedua ini jauh lebih menarik dengan diversifikasi tanaman menjadi cita-cita kita bersama sebagaimana program nasional ketahanan pangan,” jelas Darmono. “Ketahanan pangan di atas kertas tidak ada gunanya. Dengan bantuan PT PLN (Persero) ketahanan pangan di Kecamatan Boyolali segera terwujud lebih optimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Winong, Suarman, menjelaskan bahwa pada tahap kedua ini, Melati Sakti Farm menanam sekitar 500 pohon melon dengan menguji coba lima varian baru, yaitu New Kinanti, Sweet Lavender, The Blues, Seakit Grow, dan Sunny. Langkah inovatif ini dilakukan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan jenis melon yang paling optimal dibudidayakan pada tahap berikutnya.
“Untuk tahap kedua ini memang kami tambah beberapa varian, agar untuk tahap ketiga nanti, kami bisa memilih jenis melon untuk kami maksimalkan. Jadi untuk yang tahap ketiga nanti, kami tetap memilih beberapa varian, enggak semuanya, agar kami lebih maksimal,” tutur Suarman.
Dari kelima varian yang diuji coba tersebut, Suarman mengungkapkan bahwa jenis New Kinanti dan Sweet Lavender mencatatkan hasil paling adaptif dengan tingkat keberhasilan panen yang sangat memuaskan, yakni mencapai 80 persen.
Melalui sinergi yang kuat antara PT PLN (Persero) UIP JBTB, pemerintah daerah, dan petani milenial Desa Winong, program ini diharapkan dapat menjadi rujukan (role model) bagi program pemberdayaan masyarakat berbasis agroindustri di tempat lain, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. (@dex)












