Ragam  

Festival Pameran Museum se-Jatim 2026 di Tuban, Angkat Tema “Sangkan Paraning Pantura”

setiobudi2025
1001009537

deputinews.com –TUBAN. Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Diabudporapar) menggelar Festival Pameran Museum se-Jawa Timur Tahun 2026 bertajuk “Sangkan Paraning Pantura” di Taman Hutan Kota Abhipraya, Jumat (23/10/2026) malam. Kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya sekaligus memperkuat peran museum sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., mewakili Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E. Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan Musik Gambus dan Tari Gumelar Segara Gunung yang menghadirkan nuansa seni budaya khas daerah.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Tuban, disampaikan bahwa museum memiliki peran strategis dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, serta mengomunikasikan koleksi sejarah dan budaya kepada masyarakat. Karena itu, pengelolaan museum perlu terus dioptimalkan agar mampu menjadi ruang pembelajaran yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Penyelenggaraan festival ini turut didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik melalui program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya. Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola museum, mulai dari pengelolaan koleksi dan pengembangan program publik hingga pemeliharaan sarana dan prasarana.

“Keberadaan Museum Kambang Putih harus tetap dimaksimalkan dan diviralkan melalui media sosial sebagai wahana edukasi bagi anak sekolah dan masyarakat,” tegas Sekda Tuban saat membacakan arahan Bupati.

Sejalan dengan branding Kabupaten Tuban, Mbangun Deso Noto Kutho, museum diharapkan terus bertransformasi melalui konsep New Museum yang berorientasi pada masyarakat. Dengan pendekatan ini, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang interaksi dan pembelajaran yang mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menjaga warisan budaya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Tuban, Mohamad Emawan Putra, menyampaikan bahwa festival ini diikuti sejumlah museum dari berbagai daerah di Jawa Timur. Partisipasi tersebut menghadirkan beragam koleksi dan informasi sejarah yang memperkaya wawasan pengunjung mengenai perjalanan peradaban dan kebudayaan di Jawa Timur.

Museum yang berpartisipasi meliputi Museum Kambang Putih dari Tuban, Museum Sunan Giri dari Gresik, Indonesian Islamic Art Museum di Paciran, Museum Negeri Mpu Tantular dari Sidoarjo, Museum Sunan Drajat dari Lamongan, serta Museum Rajekwesi dan Museum 13 dari Bojonegoro.

Festival Pameran Museum se-Jatim 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026, di Taman Hutan Kota Abhipraya, Tuban. Setelah pembukaan pada Jumat malam, pameran dibuka untuk umum pada Sabtu dan Minggu (24–25 Oktober 2026), mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB.

Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan dapat berkunjung bersama keluarga dan kerabat untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Jawa Timur. Melalui festival ini, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang edukasi yang menarik bagi generasi penerus dalam mengenal dan melestarikan warisan budaya bangsa.(MCT/red)
—

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *