Ragam  

Klotok Cultural Carnival, dari Karnaval Desa menjelma jadi Ikon Budaya Kabupaten Tuban

setiobudi2025
IMG 20260820 WA0016

deputinews.com -TUBAN -klotok Cultural Carnival, Desa Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban kembali digelar untuk ke-4 kalinya dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon budaya paling akbar dan meriah di Kabupaten Tuban. Acara yang tahun ini mengusung tema “HOPE : Heritage of People and Earth” itu resmi dibuka oleh Devie Linggar Buanasari S.IP.MAl. Plt. Camat Plumpang di depan Balai Desa Klotok, Rabu (19/08/2026).

Sebanyak 14 peserta dilepas langsung menuju garis finish di Balai Desa Klotok.

Meski cuaca begitu panas menyengat, masyarakat tetap memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade kostum yang setiap tahun menjadi magnet wisata budaya di wilayah Tenggara Kabupaten Tuban tersebut.

Karnaval Agustusan yang Bertransformasi Menjadi Ikon Budaya

Kepala Desa Klotok menegaskan bahwa Klotok Cultural Carnival, Desa Klotok bukan lagi sekadar agenda tahunan dalam rangka peringatan HUT RI saja, tetapi sudah berkembang menjadi identitas budaya yang mengangkat kreativitas Masyarakat Klotok.

“Karnaval ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kebersamaan warga Desa Klotok tetap hidup dan berkembang dengan cara dan kreatifitas yang positif. Acara ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang bagi pelaku seni dan generasi muda untuk terus berkarya membangun Desa Klotok dalam konteks ekonomi kreatif,” ujar Suhartoyo, S.Sos.I selaku Kepala Desa Klotok.

Tak lupa, Kades yang dikenal sangat merakyat ini juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran panitia, Pemdes Klotok, serta seluruh peserta yang tetap tampil maksimal dengan berbagai kendala yang ada.

Antusiasme Penonton dari Wilayah Tuban hingga Jawa tengah

Rute sepanjang kurang lebih 6 Kilometer yang melingkari jalan utama Desa Klotok dipenuhi warga yang tetap bertahan di pinggir jalan. Kostum-kostum besar, karakter ilusi, dekorasi spektakuler, dan parade warna-warni menjadi tontonan menarik yang setiap tahun dinantikan Masyarakat disekitar wilayah keresidenan Bojonegoro (Tuban, Bojonegoro, Lamongan). Bahkan tak sedikit pula warga Malang, Surabaya, Jombang, Kediri hingga Blora, Rembang dan Pati Jawa Tengah yang ikut hadir menyaksikannya.

Di tempat yang sama, Kepal Desa Klotok menegaskan komitmen Pemdes Klotok untuk terus mendukung kegiatan budaya berbasis kreativitas masyarakat.

“Klotok Cultural Carnival adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat identitas budaya Desa klotok khususunya dan Kabupaten Tuban pada umumnya. Kami ingin acara ini menjadi inspirasi bagi generasi muda agar terus berinovasi sehingga Desa Klotok semakin dikenal sebagai pusat kreativitas dan Budaya,” tuturnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Klotok Cultural Carnival telah berevolusi: Dari tradisi lokal desa. Menjadi ajang kreativitas masyarakat. Hingga kini menjadi ikon budaya daerah yang selalu dinantikan ribuan warga.

Dengan tema berbeda setiap tahun, karnaval ini juga menjadi ruang ekspresi bagi seniman, pelajar, komunitas kreatif, hingga UMKM lokal.(Agus/bd/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *